*Irak Luncurkan Roket ke Pangkalan Militer AS di Suriah, Tapi Diklaim Gagal

KodeMimpi.com - 23/Apr/2024

judul

KODEMIMPI.com - Sebanyak lima roket diluncurkan dari kota Zummar, Irak menuju pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di timur laut Suriah, pada Minggu (21/4/2024) pukul 21.50 waktu setempat.

Dikutip dari Reuters, serangan Irak ke pangkalan militer AS di Suriah tersebut diketahui dari laporan dua orang pasukan keamanan asal Irak dan seorang pejabat asal AS.

Peristiwa tersebut terjadi tepat sehari setelah Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani kembali dari kunjungannya ke AS.

Dalam kunjungannya ke AS, Al-Sudani bertemu dengan Presiden AS, Joe Biden di Gedung Putih.

Sebuah postingan di grup Telegram yang terafiliasi dengan milisi terkuat di Irak Kataib Hizbullah menyebutkan, faksi-faksi bersenjata di Irak memutuskan untuk melanjutkan serangan setelah jeda hampir tiga bulan.

Kelompok tersebut melihat ada sedikit kemajuan dalam perundingan untuk mengakhiri koalisi militer pimpinan AS di Irak.

Meskipun demikian, grup Telegram populer lain Sabreen News menyatakan, belum ada pernyataan resmi meskipun mereka dekat dengan Kataib Hizbullah.

Sementara itu, mengutip France24, Sel Media Keamanan Irak yang merupakan badan resmi dalam penyebaran informasi keamanan Irak menyatakan, pasukan Irak telah melancarkan misi yang disebut “operasi pencarian dan inspeksi luas.”

Sebagai informasi, AS memiliki sekitar 2.500 tentara yang ditempatkan di Irak. Hampir 900 tentara AS melintasi perbatasan di Suriah.

Mereka menyebut pasukan tersebut sebagai bagian dari koalisi internasional yang dibentuk pada tahun 2014 untuk melawan Kelompok Negara Islam (ISIS).

Diklaim sebagai serangan gagal

Menurut pejabat AS yang tidak ingin disebutkan identitasnya, lima roket yang ditembakkan dari Irak ke pangkalan militer AS di Rumalyn, Suriah, hingga Senin (22/4/2024), tidak melukai personel keamanan AS.

Pejabat tersebut bahkan melabeli serangan Irak ke pangkalan militer AS tersebut sebagai serangan gagal.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum jelas apakah roket-roket tersebut gagal mencapai atau terlebih dulu hancur sebelum menjangkau pangkalan militer AS.

Pejabat tersebut juga menyebut bahwa sebuah pesawat dari koalisi pimpinan AS di Irak dan Suriah melakukan serangan terhadap peluncur tersebut.

Meskipun demikian, dua sumber keamanan dan seorang perwira senior militer di Irak menyatakan, sebuah truk yang dilengkapi peluncur roket telah diparkir di Zummar.

Selain itu, seorang perwira militer mengatakan, truk tersebut telah hancur dan disita untuk penyelidikan lebih lanjut.

Perwira militer yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa penyelidikan awal menunjukkan kendaraan tersebut hancur akibat serangan udara.

“Kami sedang berkomunikasi dengan pasukan koalisi di Irak untuk berbagi informasi mengenai serangan ini,” ucap perwira tersebut.

Pangkalan militer Irak pernah meledak

Sebelumnya, pangkalan militer Kalso di Irak yang menampung milisi pro-Iran telah rusak akibat ledakan, pada Sabtu (20/4/2024).

Pangkalan militer Kalso berjarak sekitar 30 mil atau sekitar 50 kilometer di selatan Ibu Kota Irak, Baghdad.

Menurut pejabat keamanan setempat, ledakan tersebut menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya, dilansir dari BBC.

Militer Irak melaporkan tidak ada drone atau jet tempur di daerah tersebut sebelum atau selama ledakan.

Namun, organisasi milisi yang terlibat dan pro-Iran, Pasukan Mobilisasi Rakyat Irak (PMF), menyalahkan AS atas serangan tersebut.

Ledakan di pangkalan militer Irak terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran.

Meskipun demikian, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) dengan cepat menyangkal keterlibatan AS dalam insiden ini.